01/19/2013
Gresik
--- Dalam pengembangan kurikulum 2013, guru diarahkan untuk mengajak
siswanya melakukan observasi, bertanya dan menalar terhadap ilmu yang
diajarkan.
Di sekolah dasar, siswa diberi materi pelajaran berdasarkan tema-tema yang terintegrasi. Tujuannya, agar siswa memiliki pengetahuan utuh tentang lingkungan dan kehidupan, serta memiliki fondasi pribadi yang kuat dalam kehidupan sosialnya. Dengan kemampuan observasi dan menalar yang memadai, siswa akan mengembangkan kreativitasnya lebih baik.
Di sekolah dasar, siswa diberi materi pelajaran berdasarkan tema-tema yang terintegrasi. Tujuannya, agar siswa memiliki pengetahuan utuh tentang lingkungan dan kehidupan, serta memiliki fondasi pribadi yang kuat dalam kehidupan sosialnya. Dengan kemampuan observasi dan menalar yang memadai, siswa akan mengembangkan kreativitasnya lebih baik.
Berdasarkan penelitian genetika yang dilakukan
oleh Dyers, J.H. et al (2011), kata Mendikbud, 2/3 dari kemampuan
kreativitas seseorang diperoleh dari proses pendidikan. Sedang 1/3
lainnya merupakan warisan genetika. Dan kemampuan intelijensia seseorang
merupakan kebalikan dari kreativitas. 1/3 nya berasal dari pendidikan,
dan 2/3 nya merupakan keturunan. "Pembelajaran dengan mengandalkan
kemampuan intelijensia, hasilnya tidak akan signifikan, hanya meningkat
50 persen. Sedang kreativitas 200 persen," kata Mendikbud di hadapan 300
orang dari satuan pendidikan se Kabupaten Gresik, Jawa Timur, di Pusat
Penelitian Semen Gresik, Sabtu (19/01).
Untuk menjadi kreatif, siswa diberi kesempatan
untuk mengamati fenomena alam, fenomena sosial, dan fenomena seni
budaya, kemudian bertanya dan menalar dari hasil pengamatan tersebut.
Artinya, siswa benar-benar belajar dari lingkungan. Dari kreativitas
tersebut, timbul inovasi yang menjadikan siswa memiliki beragam
alternatif jawaban dalam setiap masalah yang dihadapinya. "Orang kaya
adalah orang yang memiliki banyak alternatif," ujar Menteri Nuh.
Pola pikir kreatif dan inovatif seperti itu
diharapkan akan lahir dari implementasi kurikulum 2013. Kurikulum 2013
merupakan pengembangan dan perbaikan terhadap kurikulum yang ada saat
ini. "Setelah dilakukan pengkajian, di kurikulum 2013 ini dilakukan
penambahan jika ada yang kurang atau berlubang, dan yang kurang esensial
kita kurangi dari kurikulum yang telah ada. Demikian pula kedalaman
materinya," lanjut Mendikbud.
Selain pola pikir kreatif dan inovatif, dalam
kurikulum 2013 juga mengedepankan perbaikan sikap dan pribadi siswa.
Salah satu sikap yang paling penting adalah kejujuran. Mendikbud
mengatakan, selama ini yang menjadi akar penyakit sosial adalah
ketidakjujuran. "Yang menjadi kunci kesuksesan adalah kejujuran,"
katanya. Kurikulum 2013 direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun
ajaran 2013/2014. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, yaitu pada
kelas 1 dan kelas 4 SD, di kelas 1 SMP, dan kelas 1 SMA/SMK, di beberapa
sekolah yang akan ditunjuk. (AR)
Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/985