Minggu, 10 Februari 2013

TdS 2013 Geliatkan Wisata Sumatera Barat

Foto oleh: media-cdn.tripadvisor.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota dan kabupaten Sumatera Barat dengan didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menggelar even balap sepeda internasional Tour de Singakarak (TdS) 2013, yang akan diselenggarakan pada 2-9 Juni 2013.
“Kami bersama Pemerintah Daerah Sumatera Barat (Pemprov, Pemkab dan Pemkot) akan serius memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif, karena kemajuan Sumatera Barat juga berarti kemajuan Indonesia secara keseluruhan,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar usai mempimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan TdS di Balairung Soesilo Soedarman, Kamis 7 Februari 2013.
“Hari ini kami bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat bersama Walikota Sumatera Barat mengadakan rapat koordinasi membahas persiapan TdS 2013. Jika TdS 2012 melibatkan 14 kota dan kabupaten, TdS tahun ini melibatkan 16 kota dan kabupaten. Dua kabupaten yang baru bergabung adalah Solok Selatan dan Dharmasraya. Kali ini, titik start TdS adalah Bukittinggi, berbeda dengan TdS tahun lalu yang menempatkan Sawahlunto sebagai titik start,” kata Sapta.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim menegaskan bahwa  Sumatera Barat sudah siap menyelenggarakan TdS. “Kami telah melakukan berbagai kesiapan terkait penyelenggaraan TdS  dan penyambutan wisatawan pasca penyelenggaraan TdS,” ungkap Kasim. Pihaknya optimis TdS kali ini akan mendatangkan lebih banyak wisatawan, baik yang bertujuan mengikuti even tersebut ataupun wisatawan yang hendak menjelajah bumi Sumatera Barat. “Mulai tahun ini sudah ada jasa penerbangan yang melayani penerbangan rute Padang -  Singapura, hal ini bisa menjadi salah satu keuntungan bagi pihak kami,” tambahnya lagi.
Gambaran positif perkembangan pariwisata Sumatera Barat selama 2010 – 2012 terlihat dari tingkat pertumbuhan kunjungan wisman pada tahun 2011.  Saat itu,  jumlah wisman ke Indonesia naik 9,2% dan jumlah wisman yang mengunjungi Minangkabau naik 11,3%. Sementara, pada tahun 2012 jumlah wisman ke Indonesia naik 5,2% dan jumlah wisatwan yang mengunjungi Minangkabau naik 7,1%.
Sementara itu, jumlah tamu yang menginap di hotel Sumatera Barat tahun 2011 sebanyak 988.420 orang, meningkat menjadi 1.111.176 orang atau mengalami peningkatan sebanyak 12,4%. “Melihat pertumbuhan kunjungan wisman ini, masyarakat sudah melupakan bahwa Sumatera Barat pernah mengalami gempa hebat pada tahun 2009,” ucap Sapta Nirwandar.
Walikota Bukittinggi, Ismet Amziz, menambahkan bahwa TdS juga mempengaruhi peningkatan jumlah hotel. “Peningkatan jumlah kunjungan hotel juga dibarengi dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 358.000 pada tahun 2012. Selain itu, okupansi hotel pada tahun 2012 menginjak angka 49,78 sementara tahun sebelumnya okupansi hotel di Sumatera Barat mencapai 48,55,” kata Ismet.
Melihat potensi itu Sapta berpendapat, kegiatan TdS yang sudah berlangsung untuk yang kelima kalinya dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi kedatangan wisatawan di Sumatera Barat. “TdS merupakan even di Sumatera Barat yang bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi. Menurut data BPS, data kunjungan wisatawan di Sumatera Barat pada tahun 2012 mencapai 45.000 kunjungan, jumlah ini naik sebanyak 10.000 kunjungan dari tahun sebelumnya,” tambahnya lagi.
Sebanyak 7 kota dan 9 kabupaten di Sumbar akan terlibat dalam penyelenggaraan TdS 2013, yaitu kota Padang, Pariaman, Padang panjang, Solok, Bukittinggi, Sawahlunto, Payakumbuh. Sedangkan 9 kabupaten yang terlibat adalah Solok, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Lima Pupuh Kota, dan Agam. Salah satu kabupaten yang baru akan terlibat tahun ini adalah Solok Selatan. Sekretaris Daerah, Fachril Munad mengatakan bahwa Kabupaten Solok Selatan memiliki  kekayaan alam yang layak dikunjungi seperti air terjun 7 tingkat yang ada di Kerinci dan Kebun Teh Kayu Aro yang luasnya menempati kebun teh terluas nomor dua di dunia, setelah Kebun Teh di India.
“Kami berharap, TdS dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan di Sumatera Baratkehidupan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pun dapat terus meningkat,” pungkas Sapta.  (Puskompublik)

http://www.budpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=2080

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar